Saat ini kompor yg ringan dan kompak sudah menjadi peralatan wajib bagi seorang pendaki gunung.
Sudah bukan jaman nya lagi memasak dengan kayu bakar.,
Meskipun digunung gunung indonesia sudah banyak di temukan kayu tetapi dalam rata2 kondisi lembab dan akan membuang waktu untuk membakarnya,
Selain itu membuat api unggun di gunung di gunung terutama di musim kemarau akan sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kebakaran. Dengan kompor,kita bisa memasak di manapun dan kapan pun kita mau.
Kompor yg cocok untuk pendakian gunung adalah yg ringan dan mudah di packing,serta mempunyai pengoperasian apii yg baik meski di daerah ketinggian.
Ketinggian sangat mempengaruhi nyala sebuah kompor,terutama untuk kompor bahan bakar gas.
Jenis-Jenis kompor
Ada berbagai tipe dan jenis kompor untuk pendakian gunung saat ini,ada beberapa yg sering di pakai yaitu:
1.Multi -Fuel stove
Kompor ini bekerja dengan bahan bakar white benzin atau bensin putih. Bensin dan minyak tanah atau kerosin.
Mempunyai tabung bahan bakar yg terpisah dengan burnernya dan di hubungkan dengan konektor dari besi juga.
Tekanan api dihasilkan berkat bantuan pompa yg terdapat pada tabung bahan bakar. Kelebihan kompor ini adalah bahan bakarnya yg mudah di dapat bahkan di daerah terpencil sekali pun di indonesia.kompor jenis ini termasuk kompor high altitude mountaineering.
2.Dual fuel stove
Kompor ini bekerja dengan bahan bakar white benzin dan bensin biasa.kompor ini seperti hal nya kompor tipe multi fuel,tekanan api nya berasal dari tekanan yg dihasilkan oleh pompa yg menyatu dengan burner nya.
Kompor ini juga termasuk jenis kompor high altitude mountaineering
3.Kerosen Stove
Kompor jenis inii sering di pakaii pendaki gunung jaman dulu. Bahkan sekarang pun masih di gunakan oleh beberapa camper. Jika faktor berat tidak menjadi masalah bagi anda.mungkin kompor jenis ini bisa di jadikan pilihan karena bahan bakar nya yg mudah di dapat (minyak tanah).
Kompor jenis ini tidak termasuk pada high altitude mountaineering.
4.Butane stove
Kompor jenis ini beroperasi dengan tabunh gas yg memang di desain untuk pendaki gunung,
Ada 2 tipe kompor jenis ini,yaitu fixed dan tipe flexsibel.
Pembagian tersebut dibagi berdasarkan pada pemakaian tabung nya.
Disebut tipe fixed karena sekali tabung nya sudah tertancap pada burner nya maka tabung tersebut harus tetap menempel pada body burner sampai gasnya habis.
Adapun tipe flexsibel. Yaitu tabung nya bisa di bongkar pasang. Sehinggga memudahkan untuk penyimpanan.
Kompor jenis butane stove ini tidak termasuk pada high altitude mountaineering.
5.Esbit Stove
Kompor berbahan bakar tablet atau esbit. Di indonesia di kenal dengan nama sebutan parafin ini merupakan yg enteng dan murah.tetapi bau bekas pembakaran nya sangat menyengat hidung. Dan akan menimbulkan bekas hitam atau gosong pada nesting kita.
6.Alcohol stove
Kompor dengan bahan bajar alcohol ink sangat populer di kalangan hikker dan treker.
Di indonesia kompor ini sangat sering di temukan.salah satu produsen terkenal kompor ini adalah merk TRANGIA . Kebanyakan orang salah kaprah dengan kompor yg satu ini. Kompor ini sering di sebut trangia. Padahal trangia adalah merk dagang sebuah perusahaan. Merk trangia mempunyai desain yg bagus pada wind wind shield nya atau pelindung angin.
7.White gas stove
Kompor dengan bahan bakar white gas ini di desain lebih kompak dari kompor jenis lainnya. Kompor ini merupakan kompor high altitude mountaineering juga.
8.Light weight stove dengan burner canister.
Kompor jenis ini sangat ringan dan praktis.hanya saja memiliki kekurangan pada bahan bakar nya.yaitu mengunakan butane lighter canister yg tidak di rancang dengan suhu yg dingin dan daerah tinggi.
Oleh karena nya saat di bawa mendaki gunung gas nya menjadi cair dan api yg di hasilkan kurang daya tekan nya.
Selain itu kompor ini mempunyai kekurangan pada selang bahan bakar nya yg sering bocor karena terbuat dari karet.
Kompor jenis ini di minati para hikker yg mementingkan faktor keringanan berat.
Nb: gambar nya nyomot dari mbah google. Maaf kalo kurang lengkap hehehe :D
